3/04/2015

Neoprene Elastomeric Bearing Pad”Untuk jembatan



Neoprene merupakan salah satu jenis karet sintetis yang diproduksi dengan proses polimerisasi radikal bebas dari chloroprene. Kalium persulfat (potassium persulfate) digunakan untuk mengawali proses polimerisasi dan selanjutnya nukleofil bifungsional, logam oksida seperti zink oksida, dan thioureas digunakan untuk mengikat silang ikatan polimer tunggal. Dalam proses produksinya, neoprene dapat diproduksi dalam bentuk closed cell  maupun open cell . Bentuk closed cell bersifat tahan air atau waterproof,  kurang kompresibel, dan lebih mahal, sedangkan bentuk open cell lebih bersifat breathable. Neoprene memiliki keunggulan dibandingkan dengan karet alami atau natural rubber, diantaranya adalah :
1.  Lebih tahan terhadap degradasi sehingga sesuai untuk diaplikasikan pada produk seperti gasket, selang, dan bahan pelapis anti korosi
2. Lebih tahan bakar dibanding karet berbahan dasar hidrokarbon sehingga sesuai untuk diaplikasikan pada sarung tangan dan masker wajah
3. Neoprene juga tahan terhadap kondisi ekstrem sehingga digunakan untuk melapisi tempat pembuangan limbah. Titik lebur neoprene adalah pada sekitar suhu 260°C.
Struktur kimia dari n unit pengulangan polychloroprene
Neoprene ditemukan pada tahun 1930 oleh DuPont Company dan menjadi bahan pembuat bantalan (bearing) yang paling populer di tahun 1950-an ketika bantalan neoprene berlapis baja diperkenalkan pada waktu itu. Bantalan neoprene sekarang menjadi sering digunakan untuk mendukung struktur jembatan.yang bertujuan meminimalisir kebutuhan perawatan jembatan. Saat ini, neoprene banyak diproduksi untuk bahan pembuatan  Elastomeric Bearing Pad selain karet alami (natural rubber). Penggunaan neoprene (polychloroprene) atau natural rubber (polyisoprene) ditentukan oleh beberapa factor seperti temperature, biaya, dan persentase licin (slippage). Natural rubber digunakan ketika dibutuhkan sifat fisik dan mekanis yang tahan terhadap kondisi iklim yang dingin dan koefisien redam yang tinggi pada zona aktivitas seismic yang tinggi, sedangkan neoprene lebih diaplikasikan pada kondisi yang membutuhkan ketahanan terhadap minyak dan ozon (lcl-bridge inc.). 
Bantalan Jembatan, Neoprene,Bantalan, Jembatan,Karet, Bantalan Jembatan,Elastomeric Bearing Pads, Karet Bantalan Jembatan,Neoprene Elastomer Bearing Pads,Karet Bantalan
Aplikasi Neoprene Bearing Pad pada Jembatan
Beberapa kelebihan Neoprene Elastomeric Bearing Pad antara lain (http://amscotnj.com) :
Neoprene Bearing Pad memungkinkan transfer beban yang halus dan seragam dari tiang jembatan menuju substruktur jembatan dan saat terjadi pelenturan atau defleksi tiang di bawah beban, rotasi tiang pada bantalan juga dapat terjadi.
Saat tekanan thermal terjadi, Neoprene Bearing Pad memungkinkan terjadinya gerakan lateral dan longitudinal pada tiang.
Ekspansi dan kontraksi thermal diserap dengan kemampuan bantalan neoprene untuk melepaskan dan menerima pergeseran (shear), hal tersebut dikarenakan bantalan neoprene tidak memiliki bagian yang dapat bergerak. Neoprene Bearing Pad memungkinkan tidak adanya pergeseran (sliding movement) antara tiang dan bantalan maupun antara bantalan dan penyangga. 
Bantalan Jembatan, Neoprene,Bantalan, Jembatan,Karet, Bantalan Jembatan,Elastomeric Bearing Pads, Karet Bantalan Jembatan,Neoprene Elastomer Bearing Pads,Karet Bantalan
Pemasangan Neoprene bearing Pads Pada Jembatan
Untuk memenuhi kebutuhan Neoprene  Elastomeric Bearing Pad dalam pembangunan jembatan di Nusantara, BCS Rubber memproduksi Neoprene  Elastomeric Bearing Pad baik tipe Plain  Elastomeric Bearing Pad maupun Laminated Elastomeric bearing pad. Selain neoprene, BCS Rubber juga memproduksi  Elastomeric Bearing Pad berbahan Natural Rubber. 
Beberapa ukuran  Elastomeric Bearing Pad tipe plain atau tanpa lapisan lempengan baja yang banyak digunakan dan sesuai dengan standard PU, yaitu :
1. Tipe 1 (350 x 300 x 36) mm
2. Tipe 2 (400 x 350 x 39) mm
3. Tipe 3 (450 x 400 x 45) mm
Bantalan Jembatan, Neoprene,Bantalan, Jembatan,Karet, Bantalan Jembatan,Elastomeric Bearing Pads, Karet Bantalan Jembatan,Neoprene Elastomer Bearing Pads,Karet Bantalan
Elastomeric Bearing Pad Type 1, 2, 3
Informasi dan pemesanan  Elastomeric Bearing Pad Neoprene maupun natural rubber, hubungi kontak di bawah ini :
CV. Bhineka Citra Sejahtera
Jln. Terusan Danau Kerinci IE No.5, Sawojajar, Malang, Jawa Timur
Telepon dan Fax  0341 725411
Mobile 081703213011 / 085230151812

Sumber Pustaka :

Amscot. Neoprene Bridge Bearing. http://amscotnj.com/pdf/Amscot_Neoprene_New_Catalog_Sheet.pdf. Akses Maret 2015
Anonymous. 2010. Category:1038 bearing pads for structures. http://epg.modot.org/index.php?title=Category:1038_bearing_pads_for_structures. Akses Maret 2015
Anonymous. 2014. Franklin Avenue Bridge. http://en.wikipedia.org/wiki/Franklin_Avenue_Bridge. Akses Maret 2015
Cook, R. A. and Allen, D.  2009. Stiffness Evaluation of Neoprene bearing pads Under Long-Term Loads. University of Florida. http://www.dot.state.fl.us/research-center/Completed_Proj/Summary_STR/FDOT_BD545_39_rpt.pdf. Akses Maret 2015
Cosmec. 2012. Elastomeric bearings. http://cosmecinc.com/Elastomeric%20Bearings. Akses Maret 2015
LCL-Bridge, INC. Elastomeric Bearings (L E series). http://www.lcl-bridge.com/elastomeric.html. Akses Maret 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts